PEMILIHAN LOKASI LINI PRODUKSI BARU PADA INDUSTRI SEMEN FIBER PT.XYZ MENGGUNAKAN AHP-TOPSIS
Abstract
Pemilihan lokasi lini produksi baru merupakan keputusan strategis yang kompleks karena melibatkan banyak kriteria yang saling berhubungan, mulai dari regulasi, finansial, hingga teknis-operasional. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi paling optimal untuk ekspansi perusahaan menggunakan pendekatan hibrida Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot prioritas kriteria berdasarkan penilaian pakar, sedangkan TOPSIS diaplikasikan untuk mengevaluasi alternatif lokasi dengan membandingkan kedekatan relatifnya terhadap solusi ideal positif dan negatif. Hasil AHP menunjukkan bahwa kriteria dominan adalah Legal Requirement, Opportunity for Further Development, dan Internal Rate of Return (IRR), yang menegaskan bahwa kepatuhan regulasi, prospek ekspansi, serta profitabilitas investasi menjadi pertimbangan utama. Tahap TOPSIS menghasilkan nilai closeness coefficient masing-masing alternatif, yaitu Palembang (0,6722), Sidoarjo (0,3870), dan Bekasi (0,2438). Berdasarkan hasil tersebut, Palembang ditetapkan sebagai lokasi paling layak karena menawarkan keseimbangan terbaik antara kepatuhan regulasi, kelayakan finansial, serta peluang pengembangan jangka panjang. Temuan ini memperlihatkan bahwa kombinasi AHP–TOPSIS efektif sebagai alat bantu Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dan dapat diterapkan secara luas pada studi kelayakan investasi maupun perencanaan lokasi strategis di sektor industri.